Suasana Istana Merdeka pada 17 Agustus 2025 bukan hanya sakral karena upacara kenegaraan, tetapi juga meriah dengan penampilan seni budaya dari berbagai daerah. Setelah prosesi pengibaran bendera selesai, panggung langsung diisi atraksi tarian tradisional, musik daerah, dan kolaborasi seni modern.
Tahun ini, pemerintah ingin memperlihatkan wajah Indonesia yang tidak hanya tangguh secara politik, tetapi juga kaya warisan budaya.
Tarian Tradisional dari Sabang sampai Merauke
Pertunjukan dimulai dengan tarian tradisional dari Aceh yang penuh semangat, lalu disusul tari Dayak Kalimantan dengan kostum megah, dan diakhiri tari Papua yang energik. Setiap penampilan membawa nuansa khas masing-masing daerah, lengkap dengan iringan musik asli.
Penonton, termasuk tamu negara, terlihat kagum menyaksikan keragaman budaya yang ditampilkan secara utuh di halaman Istana Merdeka.
Joget Pacu Jalur Jadi Sorotan
Momen paling mencuri perhatian adalah ketika kelompok seniman dari Riau membawakan joget pacu jalur, tarian khas yang biasanya mengiringi lomba perahu tradisional. Atmosfer santai membuat suasana upacara yang tadinya khidmat berubah cair penuh kegembiraan.
Presiden Prabowo bahkan ikut bergoyang diiringi tepuk tangan para tamu undangan. Aksi spontan ini viral di media sosial, memperlihatkan sisi humanis perayaan kenegaraan.
Kolaborasi Seni dan Teknologi
Selain tarian tradisional, ada pula penampilan kolaboratif antara musik daerah dengan teknologi modern. Instrumen tradisional seperti gamelan dan sasando dipadukan dengan orkestra kontemporer, menghasilkan harmoni unik yang menggambarkan Indonesia sebagai bangsa yang mampu menjaga tradisi sekaligus berinovasi.
Pertunjukan ini ditujukan untuk memperlihatkan bahwa budaya tidak hanya diwariskan, tetapi juga bisa dikembangkan agar relevan dengan generasi baru.
Kehadiran Masyarakat dan Tokoh Bangsa
Panggung budaya di Istana Merdeka dihadiri para pejabat tinggi negara, tokoh masyarakat, hingga duta besar negara sahabat. Mereka tampak antusias, bahkan beberapa tamu asing turut menari mengikuti irama musik daerah.
Sementara itu, masyarakat luas mengikuti acara melalui siaran langsung televisi dan media sosial. Ribuan komentar positif membanjiri siaran live, menandakan kebanggaan publik pada keragaman budaya nusantara.
Diplomasi Budaya Indonesia
Pementasan seni di Istana juga berfungsi sebagai diplomasi budaya. Dengan menampilkan seni tradisional di panggung kenegaraan, Indonesia mengirim pesan ke dunia bahwa identitas nasional tidak bisa dilepaskan dari akar budaya.
Perpaduan seni, politik, dan perayaan ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya tak ternilai.
Antusiasme Publik di Media Sosial
Tagar #BudayaIstana dan #JogetPacuJalur trending di media sosial setelah acara berlangsung. Banyak netizen yang membagikan potongan video Presiden ikut bergoyang, menilai momen itu sebagai simbol kedekatan pemimpin dengan rakyat.
Tak sedikit pula yang merasa bangga karena budaya daerah mereka bisa tampil di level tertinggi perayaan nasional.
Kesimpulan
Perayaan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka bukan hanya meneguhkan semangat kebangsaan, tetapi juga merayakan keberagaman budaya yang menyatukan Indonesia. Dari tarian tradisional hingga joget pacu jalur, setiap penampilan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya soal politik, tetapi juga ruang untuk ekspresi budaya.
Kehadiran seni di panggung kenegaraan memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya kuat secara ekonomi dan politik, tetapi juga kaya dalam identitas kultural yang jadi perekat bangsa.